Latar belakang
Satu pohon memiliki
sejuta manfaat bagi kelangsungan hidup berbagai makhluk hidup. Namun, beberapa
tahun belakangan ini, pesatnya pembangunan menyebabkan banyak pohon ditebang
dan dikorbankan. Pohon ditebang menyebabkan panas bumi meningkat, jumlah
pasokan oksigen semakin berkurang dan tingkat polusi udara cenderung meningkat.
Demikian pula jumlah pasokan air dalam tanah semakin berkurang sehingga
mengakibatkan masyarakat kesulitan memperoleh air bersih. Penghijauan memiliki beberapa manfaat diantaranya sebagai paru-paru
kota, dimana pada pertumbuhannya menghasilkan oksigen yang sangat diperlukan.
Manfaat penghijauan yang lain adalah sebagai pengatur lingkungan, karena
vegetasinya akan menimbulkan hawa lingkungan setempat yang sejuk dan nyaman.
Selain itu, penghijauan juga dapat mengurangi polusi udara, tanaman dapat
mengubah karbondioksida menjadi oksigen yang sangat dibutuhkan oleh manusia (Angkasa, 2017).
Kegiatan
penanaman dalam rangka pembangunan kehutanan dengan jenis unggulan lokal sampai
saat ini masih terbatas. Salah satu kendala yang dihadapi adalah masalah
pengadaan bibit dalam jumlah yang cukup dan dalam waktu yang diperlukan. Dari
sumber benih yang ada saat ini belum dapat memenuhi kebutuhan benih yang
diperlukan terutama benih yang bermutu sesuai dengan yang dipersyaratkan. Keterbatasan
tersebut menjadi salah satu alasan kuat untuk berupaya memperoleh benih yang
berkualitas. Setelah
pembangunan sumber benih, kegiatan yang harus dilakukan adalah pemeliharaan
sumber benih. Pemeliharaan tegakan semai kemiri dan nyatoh adalah hal yang
mutlak dilakukan untuk meningkatkan kualitas, pertumbuhan tanaman kemiri dan
nyatoh dalam tegakan benih yang baru dibangun. Dengan demikian, pemeliharaan harus
dilakukan secara berkelanjutan dan tepat waktu (Tohari, 2012)
Pemeliharaan tanaman muda adalah
kegiatan perawatan tanaman dengan cara menyiapkan dan membuat kondisi tempat
tumbuh lebih baik agar tanaman muda mampu tumbuh secara optimal. Pemeliharaan
sumber benih ditujukan untuk menciptakan ruang tumbuh yang optimal bagi tanaman
di dalam sumber benih. Dengan demikian, maka semua tindakan pemeliharaan
hendaknya merupakan usaha yang ditujukan untuk menciptkan kondisi lingkungan
dan tempat tumbuh atau fakor luar secara optimal bagi produktifitas sumber
benih berasal dari tanaman itu sendiri yang lebih cenderung ditentukan oleh
sifat genetik.
Tanaman kemiri adalah suatu tanaman yang berasal dari family
Euphorbiceae. Kemudahan kemiri untuk tumbuh di berbagai tempat membuat produksi
kemiri meningkat dari tahun ke tahun sehingga kemiri menjadi komoditas dalam
negeri dan ekspor di Indonesia
(Suwandi dkk, 2000).
Pemilihan benih yang tepat menjadi
hal yang sangat penting karena ini sangat erat hubungannya dengan kualitas
tanaman yang akan kita rawat nantinya. Oleh karena itu kita harus teliti dalam
hal memilih benih. Benih yang akan kita tanam harus sesuai dengan kondisi
cuaca, ketinggian tanah dari permukaan laut, musim, kelembaban dan lain
sebagainya. Cara menaman benih langsung dibedengan adalah benih harus disemai
(ditanam) dengan jarak tanam yang dianjurkan dan pada kedalaman yang sesuai.
Jarak tanam benih yang tetap merupakan bagian dari budidaya yang baik dan
sedikit kehati-hatian. Dalam kegiatan ini akan membantu dalam penyiangan dan
kegiatan-kegiatan lain. Jumlah benih yang disebar dalam satu lubang akan
tergantung dari daya tumbuh (viabilitas) benih dan pada spesies yang ditanam,
untuk banyak spesies 2 benih per lubang adalah ideal, dalam hal pemilihan benih harus
memperhatikan karakteristik benih yang baik, agar menghasilkan tanaman yang
dapat tumbuh dengan baik pula, agar tujuan produksi tercapai, oleh sebab itu
dalam pemilihan benih yang berkualitas baik sangat mempengaruhi proses pertumbuhan pada bibit sehingga tujuan
produksi tercapai (Cahyono, 2003).
Tujuan
Adapun Tujuan dari praktikum silvikultur
yang berjudul “Penanaman” untuk mengetahui deskripsi penanaman, untuk
mengetahui cara persiapan penanaman, untuk mengetahui teknik yang digunakan
dalam penanaman, untuk mengetahui kegiatan penanaman yang dilakukan di Sekolah
Kenanga Medan.
Menanam
merupakan pekerjaan yang sangat penting dalam usaha produksi tanam. Kekeliruan
yang terjadi pada tahap ini tidak saja dapat menurunkan produksi, melainkan
juga dapat menyebabkan tanaman tidak tumbuh atau mati sebelum menghasilkan.
Sehingga cara menanam perlu dipelajari dengan baik, agar kegagalan dapat
dihindari. Karena kesalahan dalam bercocok tanam hanya akan membuang
biaya, tenaga dan waktu. Faktor-faktor
yang perlu diperhatikan supaya tanaman dapat tumbuh dan memberikan hasil yang
baik, dalam arti tanaman yang ditanam dapat tumbuh sesuai dengan yang
diharapkan dan memberikan hasil yang optimal. Faktor-faktor tersebut antara
lain : Tanah Menurut
ahli tanah, tanah adalah sarana produksi tanaman yang mampu menghasilkan
berbagai tanaman (AAK, 1984). Kondisi tanah harus diatur agar fungsi tanah
dapat berperan sebagaimana mestinya. Tanah memiliki beberapa fungsi antara lain
: sebagai
tempat tegaknya tanaman, sebagai media tumbuh yang menyediakan unsur
hara, air dan udara, dan sebagai tempat tumbuhnya akar, umbi, polong
yang bersifat sebagai cadangan makanan pada beberapa tanaman. Karena
peranan tanah yang sangat penting, maka kondisi tanah harus benar-benar dijaga
dengan cara pengolahan tanah yang baik. Dimana tujuan dari pengolahan tanah itu
sendiri antara lain, adalah mermperbaiki suhu, peredaran air dan udara
dalam tanah, meningkatkan
sifat fisik tanah, dan mempermudah penggunaan obat-obatan dan
pupuk dalam tanah.
Jenis
tanaman yang diusahakan, setiap jenis tanaman memiliki cara
penanaman yang berbeda-beda. Ada jenis tanaman yang bijinya dapat ditanam
langsung. Ada tanaman yang perlu disemaikan terlebih dahulu sebelum ditanam di
lapang. Jenis tanaman juga berpengaruh pada pengolahan
tanah. Ada yang menghendaki pengolahan tanah yang sempurna dan ada yang hanya
memerlukan pengolahan tanah sebagian. Bahan tanam yang digunakan, bahan
tanam menentukan cara menanam dan pertumbuhan tanaman, misalnya tebu dengan
stek pucuk dapat ditanam dengan direbahkan, tetapi bibit yang berupa rayungan
harus ditanam tegak. Untuk bibit yang berbentuk tanaman muda
ada yang setelah ditanam memerlukan perlindungan terlebih dahulu sebelum
tanaman cukup kuat untuk menerima cahaya matahari secara langsung. Musim
dan waktu tanam, tanaman harus ditanam di musim yang tepat.
Tanaman yang tidak ditanam pada musim yang tepat pertumbuhannya akan lambat,
atau mudah terserang serangan hama sehingga produksinya akan berkurang. Tiap
tanaman memiliki waktu tanam yang berbeda, ada tanaman yang baik ditanam pada
musim hujan, kemarau dan akhir musim hujan, atau akhir musim kemarau (Efendi, 2005).
Persiapan lahan merupakan salah satu faktor terpenting yang perlu
dilakukan dalam memulai usaha budi daya. Persiapan lahan yang baik berpengaruh besar terhadap
produktivitas tanaman. Tujuan dari persiapan lahan adalah untuk mengkondisikan
lahan tempat budi daya tanaman agar sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan
tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Persiapan lahan meliputi beberapa
kegiatan, mulai dari land clearing, pengolahan tanah, penggaruan lahan serta
pemberian pupuk dasar. Land clearing adalah pembersihan lahan yang akan dijadikan area pertanaman. Ada banyak
cara yang biasa dilakukan petani untuk melakukan land clearing. Mulai dari
manual, mekanis hingga penggunaan bahan kimia seperti herbisida.
Land clearing dengan manual dilakukan dengan tangan
manusia langsung dengan menggunakan alat sederhana seperti cangkul, parang,
dll. Sedangkan land clearing yang dilakukan dengan mekanis
dilakukan dengan menggunakan berbagai macam mesin pertanian seperti traktor.
Pengolahan
tanah merupakan cara untuk memperbaiki kondisi fisik, kimia maupun biologi
tanah.
Hal ini mutlak dilakukan oleh petani sebelum melakukan penanaman bibit,
karena dengan pengolahan tanah yang baik dan benar maka proses penanaman akan
lebih mudah dan tentunya itu baik sekali untuk benih yang akan ditanam. Tahapan
pengolahan lahan,
Pengolahan tanah primer dilakukan apabila lahan yang akan ditanami keras
atau berupa bongkahan serta terdapat gulma. Kedalaman pemotongan dan pembalikan
umumnya diatas 15 cm (>15 cm). Tanah dipotong kemudian diangkat terus
dibalik agar sisa-sisa tanaman yang ada dipermukaan tanah dapat terbenam di
dalam tanah. Pengolahan tanah sekunder (kedua) suatu cara pengolahan tanah
dengan kedalaman yang lebih dangkal (<15 cm) serta hasil olahannya sudah
halus dengan permukaan tanah yang relatif rata (siap untuk ditanami).
Pengolahan tanah kedua dilakukan lebih dangkal dan tidak diperlukan pembalikan
tanah yang efektif seperti pengolahan tanah pertama. Manfaat pengolahan tanah
antara lain adalah
Memperbanyak atau memperbesar total volume rongga/pori tanah, mengaduk sisa
tanaman secara merata ke dalam tanah sebagai sumber bahan organik dan unsur hara
tanaman, mengurangi
resistensi tanah sehingga penetrasi akar dan pembesaran umbi menjadi lebih mudah, mengurangi
organ atau bagian jaringan gulma yang tersisa di dalam tanah.
Keadaan lingkungan di lapangan itu
sangat penting dalam menentukan kekuatan tumbuh bibit adalah sangat nyata dan
perbedaan kekuatan tumbuh bibit dapat terlihat nyata dalam keadaan lingkungan
yang kurang menguntungkan. Di samping itu kecepatan tumbuh bibit dapat pula
menjadi petunjuk perbedaan kekuatan tumbuh. Penggaruan
lahan dapat dilakukan dengan menggunakan cangkul atau traktor dengan tujuan
untuk menghancurkan gumpalan-gumpalan tanah yang keras, sehingga struktur dan
tekstur tanah memungkinkan untuk ditanami. Saran dalam
penggaruan sebaiknya dilakukan pemupukan terlebih dahulu sebelum proses ini
dilakukan. Pemberian pupuk organik atau anorganik saat penggemburan membuat
pupuk teraduk secara rata pada lapisan olah (Harjadi, 1979)
Penyapihan
dilakukan setelah bibit tumbuh setinggi 5-10 cm untuk tanaman berbiji kecil dan
15-20 cm untuk tanaman berbiji besar. Sebelum dipindahkan, lakukan penyeleksian
bibit terlebih dahulu. Hanya bibit yang tumbuh subur dan kekar dengan perakaran
lurus yang dipindahkan. Sementara itu, bibit yang tumbuh lambat, kerdil, tidak
sehat dan perakarannya bengkok sebaiknya dibuang. Pemindahan
dilakukan dengan mengangkat bibit secara hati-hati dari persemaian beserta
media yang ada di sekitar perakarannya. Usahakan tidak ada akar bibit yang
putus atau rusak agar kondisinya tetap baik saat ditanam di media sapih. Untuk
bibit yang tumbuh di bedeng semai tidak perlu dipindahkan semuanya, hanya untuk
penjarangan. Sementara itu, sisanya tetap dibiarkan tumbuh di bedeng semai dan
disampih sampai cukup besar untuk disambung, diokulasi, atau ditanam di lahan.
Bibit yang tumbuh secara individual di dalam polibag tidak perlu dipindahkan
sampai siap tanam di lahan (Redaksi Agromedia,2007).
Waktu
dan Tempat
Praktikum
Silvikultur yang berjudul “Penanaman di Sekolah Kenanga Medan” dilaksanakan
pada hari Selasa, 8 Mei 2019 pada pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai.
Praktikum ini dilakukan di Sekolah Kenanga Medan.
Alat
dan Bahan
Alat yang digunakan dalam praktikum adalah alat tulis dan kamera. Bahan
yang digunakan adalah bibit mangga (Mangifera
indica), bibit jambu biji (Psidium
guajava), bibit .
Prosedur
Praktikum
1.
Disiapkan alat dan bahan
2.
Dipilih sekolah yang akan
ditanami
3.
Dibuat lubang tanam
4.
Ditanami bibit disekitar
halaman sekolah
5.
Didokumentasikan setiap
kegiatan penanaman
Hasil
Hasil dari Praktikum Silvikultur
yang berjudul “Penanaman di Sekolah Kenanga Medan” adalah terlampir.
Pembahasan
Pada Praktikum Silvikultur
yang berjudul “Penanaman di Sekolah Kenanga Medan” diketahui bahwa Kegiatan
penanaman di Sekolah Kenanga Medan dilakukan pada hari Selasa, 8 Mei
2019 pada pukul 09.00 WIB. Terdapat tiga jenis tanaman yang ditanam yaitu bibit
mangga (Mangifera indica), bibit
kelengkeng (Dimocarpus longan), dan
bibit sirsak (Annona muricata). Ketiga
jenis bibir tersebut ditanam disekitar halaman sekolah. Karena pada hari
penanaman siswa-siswi sekolah sedang libur pasca ujian akhir kelas 6 SD, maka
kami melakukan penanaman bersama dengan guru dan kepala sekolah. Jumlah seluruh
bibit yang ditanam adalah delapan belas bibit.
Pada Praktikum Silvikultur yang berjudul
“Penanaman di Sekolah Kenanga Medan” diketahui
bahwa Teknik penanaman ada berbagai macam cara yakni berupa: Penentuan
Pola Tanam, Jarak tanam
pada penanaman dengan membuat tugalan berkisar antara 20-40 cm Jarak tanam
hendaknya teratur, agar tanaman memperoleh ruang tumbuh yang seragam dan mudah
disiangi. Pembuatan Lubang Tanam, Jika areal luas dan pengolahan tanah dilakukan dengan
pembajakan, penanaman benih. Cara Penanaman, Sistem penanaman yang biasa dilakukan adalah: Sistem tanaman
tunggal , Sistem
tanaman campura, Sistem tanaman tumpangsari,
Pemeliharaan
tanaman muda adalah kegiatan perawatan tanaman dengan cara menyiapkan dan
membuat kondisi tempat tumbuh lebih baik agar tanaman muda mampu tumbuh secara
optimal. Pemeliharaan sumber benih ditujukan untuk menciptakan ruang tumbuh
yang optimal bagi tanaman di dalam sumber benih. Dengan demikian, maka semua
tindakan pemeliharaan hendaknya merupakan usaha yang ditujukan untuk menciptkan
kondisi lingkungan dan tempat tumbuh atau fakor luar secara optimal.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
1.
Menanam merupakan
pekerjaan yang sangat penting dalam usaha produksi tanam. Kekeliruan yang
terjadi pada tahap ini tidak saja dapat menurunkan produksi, melainkan juga
dapat menyebabkan tanaman tidak tumbuh atau mati sebelum menghasilkan.
2.
Faktor-faktor yang perlu
diperhatikan supaya tanaman dapat tumbuh dan memberikan hasil yang baik, dalam
arti tanaman yang ditanam dapat tumbuh sesuai dengan yang diharapkan dan
memberikan hasil yang optimal.
3. Persiapan lahan meliputi beberapa kegiatan, mulai dari
land clearing, pengolahan tanah, penggaruan lahan serta pemberian pupuk dasar.
4.
Teknik
penanaman meliputi kegiatan penentuan pola tanam, pembuatan lubang tanam, serta
menentukan waktu tanam yang tepat.
5.
Kegiatan
penanaman di Sekolah Kenanga Medan dilakukan dengan menanam tiga jenis bibit yaitu bibit
mangga (Mangifera indica), bibit
kelengkeng (Dimocarpus longan), dan
bibit sirsak (Annona muricata).
Saran
Sebaiknya dalam melakukan proses
penanaman haru sesuai dengan prosedur penanaman dan teknik penanaman, dan
memperhatikan jarak tanam agar tidak terjadi persaingan
AAK.
1984. Dasar- Dasar Bercocok Tanam.
Kanisus. Jakarta.
Angkasa, V. 2017. Kegiatan Kemanusiaan Penanaman Pohon. Binus
University. Jakarta.
Cahyono, B. 2003.
Teknik Budidaya Cabai Rawit dan
Analisis Usaha Tani. Yogyakarta: Kanisius.
Efendi, S. 2005. Penanaman dan Budidaya Tanaman Jagung.
Fakultas Pertanian. Universitas Jendral Soedirman. Purwokerto.
Hanum, C. 2008. Teknik
Budidaya Tanaman Jilid 2. Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah
Menengah Kejuruan.
Maws, T. 2000. Eggplant. Journal
of Agricultural Research. 144(1):12-15.
Nazaruddin. 2000.
Budidaya dan Pengaturan Panen sayuran
Dataran Rendah. Jakarta: Penebar Swadaya.
Suwandi, N.,
Nurtika, S. Sahat. 2000. Bercocok Tanam Sayuran
Dataran Rendah. Balai Penelitian
Hortikultura Lembang dan Proyek ATA 395. 3 (6): 1-3.
Tohari, Y. 2012.
Membuat Persemaian atau Pembibitan. Universitas Negeri Malang. Malang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Hi Good People,