![]() |
Keadaan jalan Dr. Mansyur di sepanjang Universitas
Sumatera Utara memiliki pohon yang lumayan tua di sepanjang trotoar maupun di tengah jalan.
(Sumber foto : Dokumen
pribadi)
|
Medan sebagai
Ibukota Sumatera Utara kita tahu tentu dimana pusat pemerintahan maka jumlah
penduduk yang diikuti pemukiman dan juga industri berkembang sangat pesat. Kota
Medan menjadi salah satu kota dengan tingkat kepadatan tertinggi setelah
Jakarta dan Makassar. Sebagai sebuah Ibukota tentunya masalah masalah
lingkungan juga muncul berupa kemacetan, polusi udara, sampah, banjir dan
masalah lingkungan lainnya. Tentu untuk mengatasi masalah masalah tersebut pemerintah melakukan
perencanaan yang baik.
Jika kita menyusuri beberapa jalan
di kota medan pasti kita akan menemukan beberapa taman yang ukurannya tidak
besar yang ada di tengah kota itu yang kita sebut ruang terbuka hijau. Di Medan
sendiri beberapa taman kota seperti Taman Ahmad Yani, Taman Gajah Mada, Taman
Beringin, Taman Teladan, dan taman lainnya. Lokasi taman yang berada ditengah
kota dan juga pohon pohonnya yang rindang cukup menjadi tujuan reakreasi
ataupun berolahraga bagi masyarakat.
Pernah
sekali saya mengunjungi salah satu taman yaitu Taman Teladan di Kota Medan.
Masyarakat sekitar taman menjadikan taman tersebut untuk bermain, berolahraga
atau sekedar duduk-duduk. Ketika itu ada beberapa orang yang sedang berjongkok
di rerumputan saya pun bertanya ia sedang melakukan apa, ternyata mereka sedang
mencari belalang. “ Iya kak, untuk tugas praktikum nyari belalang kesini” .
Dari hal tersebut kita tahu, fungsi fungsi taman bisa juga menjadi sarana
pendidikan dan penelitian.
Ketika kita melihat sepanjang jalan
di beberapa lokasi, di kiri kanan jalan kita akan melihat banyak pohon pohon
rindang yang tajuknya lebar. Jalur jalur tersebut merupakan bagian dari konsep
RTH. Jalur yang berada di sepanjang jalan diharapkan berfungsi sebagaimana
tanaman atau pohon menyerap karbon dan mengurangi kebisingan dan menambah nilai
estetika pohon di sepanjang ruas. Salah satu jalur hijau di kota medan
yaitu ruas jalan di Universitas Sumatera Utara, ruas jalan kantor Walikota
Medan, dan beberapa jalan lainnya. Melihat kondisi jalur hijau di Kota Medan
muncul pertanyaan di benak kita apakah layak. Daerah kampus cocok ditanam pohon
yang bertajuk lebar agar mahasiswa yang berjalan di trotoar pun tidak kepanasan
karean jalur hijau rindang. Di ruas jalan Dr. Mansyur tersebut pohon angsana
terlihat tinggal batang dan ranting, dan juga umur pohon juga terlihat cukup
tua. Tentu sebagai pejalan kaki saya dapat merasakan sendiri fungsi pohon tersebut,
juga untuk pengendara yang berlalu lalang. Ketika hujan juga untuk menunggu
angkot tidak basah karena tertutupi dedaunan pohon.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Hi Good People,