Kamis, 05 Maret 2020

NASIB JALUR HIJAU DI KOTA MEDAN

Keadaan jalan Dr. Mansyur di sepanjang Universitas Sumatera Utara memiliki pohon yang lumayan tua di sepanjang trotoar maupun  di tengah jalan.
(Sumber foto : Dokumen pribadi)

Medan sebagai Ibukota Sumatera Utara kita tahu tentu dimana pusat pemerintahan maka jumlah penduduk yang diikuti pemukiman dan juga industri berkembang sangat pesat. Kota Medan menjadi salah satu kota dengan tingkat kepadatan tertinggi setelah Jakarta dan Makassar. Sebagai sebuah Ibukota tentunya masalah masalah lingkungan juga muncul berupa kemacetan, polusi udara, sampah, banjir dan masalah lingkungan lainnya. Tentu untuk mengatasi masalah  masalah tersebut pemerintah melakukan perencanaan yang baik.

            Jika kita menyusuri beberapa jalan di kota medan pasti kita akan menemukan beberapa taman yang ukurannya tidak besar yang ada di tengah kota itu yang kita sebut ruang terbuka hijau. Di Medan sendiri beberapa taman kota seperti Taman Ahmad Yani, Taman Gajah Mada, Taman Beringin, Taman Teladan, dan taman lainnya. Lokasi taman yang berada ditengah kota dan juga pohon pohonnya yang rindang cukup menjadi tujuan reakreasi ataupun berolahraga bagi masyarakat.

Pernah sekali saya mengunjungi salah satu taman yaitu Taman Teladan di Kota Medan. Masyarakat sekitar taman menjadikan taman tersebut untuk bermain, berolahraga atau sekedar duduk-duduk. Ketika itu ada beberapa orang yang sedang berjongkok di rerumputan saya pun bertanya ia sedang melakukan apa, ternyata mereka sedang mencari belalang. “ Iya kak, untuk tugas praktikum nyari belalang kesini” . Dari hal tersebut kita tahu, fungsi fungsi taman bisa juga menjadi sarana pendidikan dan penelitian.

            Ketika kita melihat sepanjang jalan di beberapa lokasi, di kiri kanan jalan kita akan melihat banyak pohon pohon rindang yang tajuknya lebar. Jalur jalur tersebut merupakan bagian dari konsep RTH. Jalur yang berada di sepanjang jalan diharapkan berfungsi sebagaimana tanaman atau pohon menyerap karbon dan mengurangi kebisingan dan menambah nilai estetika pohon di sepanjang ruas. Salah satu jalur hijau di kota medan yaitu ruas jalan di Universitas Sumatera Utara, ruas jalan kantor Walikota Medan, dan beberapa jalan lainnya. Melihat kondisi jalur hijau di Kota Medan muncul pertanyaan di benak kita apakah layak. Daerah kampus cocok ditanam pohon yang bertajuk lebar agar mahasiswa yang berjalan di trotoar pun tidak kepanasan karean jalur hijau rindang. Di ruas jalan Dr. Mansyur tersebut pohon angsana terlihat tinggal batang dan ranting, dan juga umur pohon juga terlihat cukup tua. Tentu sebagai pejalan kaki saya dapat merasakan sendiri fungsi pohon tersebut, juga untuk pengendara yang berlalu lalang. Ketika hujan juga untuk menunggu angkot tidak basah karena tertutupi dedaunan pohon.

Keadaan jalan Setia Budi dimana terlihat cukup terik karena pohon disepanjang jalan tajuknya tidak cukup lebar untuk menjadi peneduh.
(Sumber foto : Medansight.com)

         Di ruas jalan lain seperti jalan Setia Budi terlihat pohon masih kecil kecil yang ditanam ditengah jalan. Sebaliknya di sepanjang trotoar tidak terlihat pohon-pohon sebagai peneduh pejalan kaki. Dan juga, Pohon glodokan tajuknya tidak lebar sehingga pejalan kaki atau pengendara motor masih kepanasan. Sehingga sangat sedikit pejalan kaki di daerah tersebut.

Penulis : Horeb Yoyada Marbun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hi Good People,

LAPORAN PRAKTIKUM SILVIKULTUR JUDUL PEMUPUKAN

PENDAHULUAN Latar belakang Kesuburan tanah adalah potensi tanah untuk menyediakan unsur hara dalam jumlah yang cukup, dalam bentuk...