Sabtu, 06 April 2019

MAKALAH PEMANFAATAN EKONOMI SUMBER DAYA ALAM HAYATI


Makalah Ekonomi Sumber Daya Hutan                                                                   Medan,   April 2019
PEMANFAATAN EKONOMI AKASIA (Acacia mangium) OLEH PT. RAPP SEBAGAI PRODUK KERTAS PAPER ONE


Dosen Penanggung Jawab :
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si


Oleh :
Horeb Yoyada Marbun
171201008
 HUT 4A







PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2019



KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik, tanpa adanya halangan. Judul dari makalah ini adalah Pemanfaatan Ekonomi Akasia (Acacia Mangium) Oleh PT. RAPP Sebagai Produk Kertas Paper One” yang merupakan salah satu tugas mata kuliah Ekonomi Sumber Daya Hutan Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara. Laporan ini disusun berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan.
Dengan selesainya makalah ini tidak terlepas dari bantuan banyak pihak yang telah memberikan masukan-masukan kepada penulis. Untuk itu penulis mengucapkan terimakasih kepada dosen Ekonomi Sumber Daya Hutan yaitu Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si yang telah bersedia menuangkan ilmunya kepada penulis. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dari makalah ini, baik dari materi maupun teknik penyajiannya, mengingat kurangnya pengetahuan dan pengalaman penulis. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan.


           Medan,     April 2019


                                                                                                            Penulis



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sejak tahun 1990 kebutuhan bahan baku industri perkayuan tidak mungkin dapat dipenuhi dari penebangan hutan alam produksi. Oleh karena itu, perlu kebijakan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas kawasan hutan produksi melalui pembangunan Hutan Tanaman Industri (HTI). Indonesia mayoritas ditanam dilahan gambut tropis. Industri sektor swasta dalam bidang kehutanan memiliki keahlian. Tahun 2007 PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) menginisiasi proyek tiga tahun yakni Proyek Science Based Management Support untuk meningkatkan pemahaman hidrologi, ekologi dan parameter lain untuk mencapai manajemen lahan gambut yang bertanggung jawab.
Hutan Tanaman Industri (HTI) dibangun untuk meningkatkan potensi dan kualitas hutan produksi serta memenuhi kebutuhan bahan baku industri hasil hutan. Jenis pohon yang cocok dalam pembangunan HTI adalah Acacia crassicarpa yang ditanam di lokasi tanah gambut (wetland) dan Acacia mangium yang ditanam di lokasi tanah mineral. Proses kegiatan pembangunan HTI dalam memproduksi kayu yaitu persiapan lahan, persemaian, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan pengangkutan. Acacia mangium termasuk jenis Legum yang tumbuh cepat, tidak memerlukan persyaratan tumbuh yang tinggi dan tidak begitu terpengaruh oleh jenis tanahnya. Kayunya bernilai ekonomi karena merupakan bahan yang baik untuk finir serta perabot rumah yang menarik seperti: lemari, kusen pintu, dan jendela serta baik untuk bahan bakar. Tanaman Acacia mangium yang berumur tujuh dan delapan tahun menghasilkan kayu yang dapat dibuat untuk papan partikel.
1.2 Rumusan Masalah
1.      Bagaimanakah deskripsi akasia ?
2.      Bagaimana cara memanfaatkan akasia menjadi produk kertas ?
3.      Apa saja kegunaan dan manfaat ekonomi yang diperoleh ?
1.3 Tujuan
1.      Untuk mengetahui tentang deksripsi dari tanaman akasia.
2.      Untuk mengetahui cara memanfaatkan akasia menjadi produk kertas.
3.      Untuk mengetahui kegunaan dan manfaat ekonomi yang diperoleh


BAB II

ISI
2.1  Akasia (Acacia mangium)
Akasia (Acacia mangiumi) adalah tanaman kayu anggota dari marga Acacia yang banyak tumbuh di wilayah Papua Nugini, Papua Barat dan Maluku. Tanaman ini pada mulanya dikembangkan eksitu di Malaysia Barat dan selanjutnya di Malaysia Timur, yaitu di Sabah dan Serawak, karena menunjukkan pertumbuhan yang baik maka Filipina telah mengembangkan pula sebagai tanaman hutan.
Kingdom         : Plantae
Divisio             : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Ordo                : Fabales
Famili              : Fabaceae
Genus              : Acacia
Spesies            : Acacia mangium
Pada umumnya Acacia mangium mencapai tinggi lebih dari 15 meter, kecuali pada tempat yang kurang menguntungkan akan tumbuh lebih kecil antara 7 - 10 meter. Pohon A. mangium yang tua biasanya berkayu keras, kasar, beralur longitudinal dan warnanya bervariasi mulai dari coklat gelap sampai terang. Dapat dikemukakan pula bahwa bibit Acacia mangium yang baru berkecambah memiliki daun majemuk yang terdiri dari banyak anak daun. Daun ini sama dengan sub famili Mimosoideae misalnya Paraseanthes falcataria, Leucaena sp, setelah tumbuh beberapa minggu Acacia mangium tidak menghasilkan lagi daun sesungguhnya tetapi tangkai daun sumbu utama setiap daun majemuk tumbuh melebar dan berubah menjadi phyllodae atau pohyllocladus yang dikenal dengan daun semu, phyllocladus kelihatan seperti daun tumbuh umumnya. Acacia mangium dapat tumbuh dengan cepat dan tahan terhadap berbagai kondisi cuaca, meskipun demikian tanaman ini membutuhkan perawatan khusus jika ditanam sebagai tanaman kebun karena daunnya yang banyak berguguran.

2.2  Pemanfaatan Akasia Menjadi Produk Kertas Paper One
Secara umum, pembuatan Paper One dibagi menjadi tiga tahapan utama. Pertama adalah fase pulping yang kemudian dilanjutkan dengan tahapan paper making dan diakhiri dengan finishing seperti dibawah ini :
A. Pulping
Pulping merupakan tahapan pertama dalam pembuatan Paper One. Di fase ini PT. RAPP memproses bahan mentah untuk dipersiapkan menuju fase berikunya untuk membuat kertas. Bahan dasar pulp dan kertas adalah kayu. Untuk mendapatkannya, RAPP menggunakan kayu dari pohon akasia (Acacia mangium). Mereka memperolehnya setelah melakukan menanam, merawat, dan memanennya di perkebunan sendiri. Dalam fase pulping, kayu mulai diproses untuk menjadi bubur kertas. Tahapannya dimulai dari pemotongan, pengolahan, hingga akhirnya pembersihan.
1.  Debarking & Chipping
Ini adalah proses pertama dalam fase pulping. Kayu pohon akasia (Acacia mangium) dipanen. Pohon ditebang dan dibawa ke area pabrik. Di sana batangan kayu akasia mulai dibersihkan. Kulitnya dilepas karena tidak dapat digunakan dalam proses pembuatan pulp. Untuk melepas kulit kayu, RAPP menggunakan alat khusus serta memanfaatkan tekanan air. Proses diulang secara terus-menerus sampai batang kayu benar-benar bersih dari kotoran maupun kulit kayu. Sesudah dipastikan bersih, batang kayu kemudian dicacah menjadi serpihan-serpihan kecil. Setelah ini, proses berikutnya dilanjutkan.
2.  Chemical & Mechanical Pulping
Fase ini merupakan tahapan kedua dalam proses pulping. Serpihan-serpihan kayu dimasak untuk menghilangkan lignin dalam batang kayu. Lignin merupakan salah satu zat penyusun tumbuhan yang tidak berguna dalam pembuatan bubur kertas sehingga perlu dibuang. Dalam pelaksanaan, RAPP memanfaatkan zat kimia khusus yang aman untuk lingkungan. Zat tersebut ditambahkan dan serpihan kayu dimasak ke dalam tungku khusus pembuat pulp.
3.  Cleaning
Dalam fase cleaning, pulp dipadatkan kemudian dijadikan dalam bentuk lembaran. Agar bisa menjadi kertas, lembaran pulp itu ditekan untuk menghilangkan air dan bentuknya berubah menjadi lembaran-lembaran tipis.

B. Paper Making
Inilah fase besar kedua yang dilakukan oleh RAPP Riau dalam memproduksi Paper One. Dalam tahap paper making, sebagian pulp yang dihasilkan mulai memasuki proses berikutnya untuk menjadi kertas.
1.  Head Box
Dalam proses ini, pulp dimasukkan ke dalam alat yang disebut head box. Di sana pulp disemprot campuran air dan fiber oleh head box di atas mesin yang terus bergerak. Gerakan mesin yang terus menerus itu cukup cepat. Putarannya tak kurang dari 90 kilometer per jam.
2.  Wire Section
Proses pembuatan berikutnya dinamai Wire Section. RAPP Riau berusaha menghilangkan air yang tersisa di dalam fiber dalam proses ini. Dalam wire section pula bentuk dasar kertas mulai terbentuk. Pulp yang berbentuk lembaran tebal mulai berubah menjadi bentuk kertas yang merupakan lembaran-lembaran.
3.  Press Section
Kertas mulai terbentuk, namun proses berikutnya masih perlu dilakukan. Kertas kemudian memasuki press section. Di sini kertas ditekan kuat-kuat dengan alat khusus. Tujuannya untuk menghilangkan kandungan air di dalamnya. RAPP berusaha membuang kandungan air hingga 50 persen.
4.  Drying
Proses pengeringan akhirnya dilakukan. PT RAPP menggunakan sebuah alat berbentuk silider yang dipanaskan untuk membuat kertas kering. Suhu yang digunakan dalam proses drying ini amat panas. Suhunya bisa mencapai 100 derajat celcius.
C. Finishing
Inilah fase terakhir dalam pembuatan Paper One RAPP Riau masih mengolah kertas yang sudah jadi dengan memotong serta mengemasnya sedemikian rupa sesuai jenis produk.
1.  Converting
Saat ini, kertas sudah terbentuk. Namun, bentuknya masih berupa gulungan dengan ukuran yang lebar dan panjang. Agar bisa dimanfaatkan banyak orang, kertas perlu dipotong-potong sesuai standar ukuran kertas umum. Riau Andalan Pulp & Paper kemudian memasukkan gulungan kertas tersebut ke sebuah mesin pemotong khusus. Di sana kertas bisa dipotong sesuai kebutuhan.
2.  Finishing & Packaging
Ini adalah fase terakhir dalam proses pembuatan PaperOneTM. Kertas yang sudah dipotong sesuai ukuran yang dikehendaki kemudian dikemas. Kertas dimasukkan ke dalam kemasan yang sesuai dengan jenisnya masing-masing. Sesudah ini kertas akhirnya bisa didistribusikan kepada konsumen. Akhirnya konsumen bisa memanfaatkan Paper One untuk segala keperluan yang dikehendaki.

2.3  Kegunaan dan Manfaat Ekonomi yang Diperoleh
RAPP Riau dikenal sebagai unit operasional bagian dari APRIL Group. Mereka adalah salah satu produsen pulp dan kertas terbesar di dunia dengan beragam produk berkualitas. Satu yang terdepan adalah Paper One yang dikenal di berbagai belahan dunia. Paper One merupakan merek kertas premium yang diproduksi oleh Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP). Produk ini sudah menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Pasalnya, keberadaannya mudah ditemui di seluruh penjuru dunia. Lihat saja, sampai saat ini, Paper One sudah dijual di lebih dari 70 negara.
Kesuksesan itu dapat diraih berkat kualitas tinggi yang ada dalam kertasnya. Produk buatan PT RAPP ini dikenal bersih dengan warna putih yang cerah. Selain itu, kertasnya tebal sehingga sangat cocok digunakan untuk mencetak. Hasil cetakan akan terlihat jelas dan tinta tidak akan luntur ketika dicetak di atas permukaan Paper One. Selain itu, Paper One juga fleksibel dipakai untuk keperluan apa pun. Untuk menulis maupun melakukan proses fotokopi, kertas ini tetap dirasa memuaskan.
            Kemampuan itu didapat berkat penerapan teknologi tinggi dalam proses pembuatan Paper One. RAPP Riau menggunakan Pro Digi HD Print Technology ketika memproduksi Paper One. Hasil inovasi RAPP  berdasar pengalaman panjang dalam membuat pulp dan kertas ini menjadi jaminan kualitas Paper One. Paper One sangat bermanfaat bagi kegiatan perkantoran karena barangnya yang mudah dicari dan harganya terjangkau mulai dari Rp 35.000,- per rim dengan berat kertas yang berada dikisaran 70 gram sampai dengan 100 gram
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan                                                        
1.        Acacia mangium termasuk jenis Legum yang tumbuh cepat, tidak memerlukan persyaratan tumbuh yang tinggi dan tidak begitu terpengaruh oleh jenis tanahnya. Kayunya bernilai ekonomi karena merupakan bahan yang baik untuk finir serta perabot rumah yang menarik seperti: lemari, kusen pintu, dan jendela serta baik untuk bahan bakar.
2.        Secara umum, pembuatan Paper One dibagi menjadi tiga tahapan utama. Pertama adalah fase pulping yang kemudian dilanjutkan dengan tahapan paper making dan diakhiri dengan finishing.
3.        Paper One merupakan merek kertas premium yang diproduksi oleh Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP). Produk ini sudah menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Pasalnya, keberadaannya mudah ditemui di seluruh penjuru dunia. Lihat saja, sampai saat ini, Paper One sudah dijual di lebih dari 70 negara.
4.        RAPP Riau menggunakan Pro Digi HD Print Technology ketika memproduksi Paper One.
5.        Paper One sangat bermanfaat bagi kegiatan perkantoran karena barangnya yang mudah dicari dan harganya terjangkau mulai dari Rp 35.000,- per rim

3.2  Saran
Sebaiknya dalam pembuatan paper one dari tanaman akasia (Acacia mangium) ini PT RAPP tetap memperhatikan kesinambungan dari tanaman akasia dengan cara tetap melakukan penanaman dan penebangan sesuai sistem sehingga tetap memperhatikan keberlangsungan eksoistem yang lestari dan juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.




LAMPIRAN

                                         Gambar 1. Hutan Tanaman Akasia milik PT RAPP


                                         Gambar 2. Pembuatan Kertas tahap Pulping


                                         Gambar 3. Pembuatan kertas tahap Paper Making


                                         Gambar 4. Pembuatan kertas tahap Finishing


Video Proses Pembuatan Kertas di PT. RAPP


LAPORAN PRAKTIKUM SILVIKULTUR JUDUL PEMUPUKAN

PENDAHULUAN Latar belakang Kesuburan tanah adalah potensi tanah untuk menyediakan unsur hara dalam jumlah yang cukup, dalam bentuk...