Tampilkan postingan dengan label Tugas Mata Kuliah Kewirausahaan Susi Pudjiastuti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Mata Kuliah Kewirausahaan Susi Pudjiastuti. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Juli 2018

Tugas Mata Kuliah Kewirausahaan Profil Susi Pudjiastuti


TUGAS MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN PROFIL WIRAUSAHAWAN SUSI PUDJIASTUTI


Dosen Pengasuh :
Dr. AgusPurwoko, S.Hut, M.Si,
Oleh :
Horeb Yoyada Marbun
171201008
HUT 2A






















PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2018













BIODATA
Nama: Dr. (HC) Susi Pudjiastuti
Lahir: Pangandaran, Jawa Barat, 15 Januari 1965
Orang Tua:
  • Ayah: Haji Ahmad Karlan
  • Ibu: Hajjah Suwuh Lasminah
Suami/istri:
  • Yoyok Yudi Suharyo (?-1986)
  • Daniel Kaiser (?-2000)
  • Christian von Strombeck
Anak:
  • Panji Hilmansyah (1984-2016)
  • Nadine Kaiser
  • Alvy Xavier
Agama: Islam



INFORMASI UMUM
Di zaman yang sudah sedemikian modern ini, kehidupan mungkin akan terasa cukup sulit untuk dijalankan. Hampir semua bidang aspek kehidupan dari mulai bidang hiburan, kesehatan hingga pendidikan harus ditukar dengan nilai yang tidak sedikit. Hal seperti ini tak jarang memaksa sebagian kalangan dengan status sosial menengah ke bawah terpaksa harus terputus sekolah dan hidup seadanya sehingga sulit bagi mereka untuk meraih impian sekolah setinggi-tingginya dan mendapatkan gelar sebaik-baiknya. Apalagi, bagi mereka yang kurang giat dalam berusaha dan mencoba, kehidupan ini mungkin akan terasa berat dan membuat mereka dikalahkan oleh zaman.
Susi Pudjiastuti yang saat ini menjabat sebagai seorang menteri dan menjadi pemilik dari 50 pesawat maskapai penerbangan, sebelumnya hanyalah sesosok perempuan biasa. Ia lahir di Pangandaran pada tanggal 15 Januar tahun 1965, ia lahir dari keluarga yang tergolong berkecukupan. Ayah dan ibunya, H. Ahmad Karlan dan Hj. Suwuh Lasminah adalah sepasang suami istri yang berprofesi sebagai seorang saudagar sapi dan kerbau yang mendatangkan hewan ternak tersebut dari Jawa Tengah untuk dijual kembali di Jawa Barat.
Kerja keras Susi Pudjiastuti menuai pujian banyak orang. Meski tak lulus SMA, ia berhasil hidup mandiri dengan berjualan. Mulai dari jualan bed cover, ikan, hingga sewa pesawat. Hasil kerja nyatanya ini ia diganjar oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Perempuan kelahiran Pangandaran, Jawa Barat, 15 Januari 1965 ini adalah anak dari pasangan Haji Ahmad Karlan dan Hajjah Suwuh Lasminah. Kedua orang tuanya asal Jawa Tengah. Susi sempat dua kali bercerai dalam menjalani bahtera rumah tangga. Dari pernikahannya, ia dikarunia tiga orang anak, Panji Hilmansyah, Nadine Kaiser, dan Alvy Xavier.Keluarga Susi terbilang orang berada. Kedua orang tuanya sudah bergelar haji. Bahkan kakek buyutnya Haji Ireng dikenal sebagai tuan tanah. Keluarga Susi sendiri memiliki usaha ternak. Biasanya keluarganya mengambil dari Jawa Tengah dan menjualnya lagi di Jawa Barat. Masa sekolah Susi hanya lulus SMP. Sempat mengenyam SMA 1 di Yogyakarta  sampai kelas 2. Putus sekolah tidak membuat rendah diri.  Susi justru termotivasi untuk mandiri. Pada 1983, dalam usia 18 tahun, Susi belajar berdagang. Dia berjualan bed cover keliling Pangandaran. Tak hanya itu, ia juga menjadi pengepul ikan di Pangandaran. Modal bisnisnya diperoleh  dari menjual perhiasannya terkumpul sebesar Rp750.000. Pada usia 20 tahun, Susi mengambil keputusan berani, yakni pindah ke Cirebon. Ia pergi ke kota udang untuk mengembangkan bisnisnya sebagai pengepul ikan. Di Cirebon dia membeli udang dan kodok lalu menjualnya ke Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Bisnisnya mulai berkembang setelah menekuni selama 13 tahun. Puncaknya, pada 1996, dalam usia 31 tahun, Susi mendirikan pabrik pengolahan ikan dengan nama PT ASI Pudjiastuti Marine Product. Produk unggulan dari perusahaannya ini berupa udang lobster dengan merek "Susi Brand". Bisnis lobtersnya meluas hingga Asia dan Amerika. Tuntutan pasar yang menginginkan produk tangkapan laut tetap segar dan fresh, Susi memerlukan trasnportasi pesawat.
Pada tahun 2004, Susi memutuskan membeli sebuah pesawat jenis Cessna Caravan seharga Rp20 miliar dengan menggunakan pinjaman bank. Susi memiliki pemikiran jenius. Sekali dayung, dua pulau teraih. Dia melihat peluang bagus transportasi penerbangan ini. Awalnya hanya untuk mengangkut barang jualannya. Tapi belakangan bisa digunakan penyewaan pesawat. Untuk lebih fokus, dia mendirikan  PT ASI Pudjiastuti Aviation. Keputusan Susi tepat. Bisnis sewa pesawat miliknya mulai dilirik banyak orang. Apalagi pesawat miliknya yang pertama berhasil ke lokasi bencana Tsunami Aceh untuk mendistribusikan bantuan kemanusian kepada para korban yang daearahnya tidak bisa dikunjungi transportasi lain. Seiring dengan berjalannya waktu, perusahaan penerbangannya yang bernama Susi Air semakin berkembang hingga memiliki 50 pesawat terbang beragam jenis. Susi yang tidak tamat SMA ini, mempekerjakan 175 pilot asing dari 180 pilot yang dia miliki. Pasca Pilpres 2014, seperti tertulis dalam situs resmi KKP, ibu tiga anak pada usia 49 tahun ini diangkat oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Kerja 2014-2019. (DN). Keluarga dari Susi Pudjiastuti merupakan adalah saudagar sapi dan kerbau, yang membawa ratusan ternak dari Jawa Tengah untuk diperdagangkan di Jawa Barat. Kakek buyutnya Haji Ireng dikenal sebagai tuan tanah. Hal yang menarik dari Susi Pudjiastuti adalah ia hanya memiliki ijazah SMP. Setamat SMP ia sempat melanjutkan pendidikan ke SMA. Namun, di kelas II SMAN Yogyakarta dia berhenti sekolah karena keputusannya untuk terjun kedua bisnis. Seputus sekolah, Susi menjual perhiasannya dan mengumpulkan modal Rp.750.000 untuk menjadi pengepul ikan di Pangandaran pada tahun 1983. Bisnisnya berkembang hingga pada tahun 1996 Susi mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan produk unggulan berupa lobster yang diberi merek “Susi Brand.” Bisnis pengolahan ikan ini pun meluas dengan pasar hingga ke Asia dan Amerika. Karena hal ini, susi memerlukan sarana transportasi udara yang dapat dengan cepat mengangkut produk hasil lautnya dalam keadaan masih segar. Dalam Biografi Susi Pudjiastuti, Diketahui pada 2004, Susi memutuskan membeli sebuah Cessna Caravan seharga Rp 20 miliar menggunakan pinjaman bank. Melalui PT ASI Pudjiastuti Aviation yang ia dirikan kemudian. Satu-satunya pesawat yang ia miliki itu ia gunakan untuk mengangkut lobster dan ikan segar tangkapan nelayan di berbagai pantai di Indonesia ke pasar Jakarta dan Jepang. Call sign yang digunakan Cessna itu adalah Susi Air. Dua hari setelah gempa tektonik dan tsunami Aceh melanda Aceh dan pantai barat Sumatera pada 26 Desember 2004. Cessna Susi adalah pesawat pertama yang berhasil mencapai lokasi bencana untuk mendistribusikan bantuan kepada para korban yang berada di daerah terisolasi. Peristiwa itu mengubah arah bisnis Susi. Di saat bisnis perikanan mulai merosot, Susi menyewakan pesawatnya itu yang semula digunakan untuk mengangkut hasil laut untuk misi kemanusiaan. Selama tiga tahun berjalan, maka perusahaan penerbangan ini semakin berkembang hingga memiliki 14 pesawat, ada 4 di Papua, 4 pesawat di Balikpapan, Jawa dan Sumatera. Perusahaannya memiliki 32 pesawat Cessna Grand Caravan, 9 pesawat Pilatus Porter, 1 pesawat Diamond star dan 1 buah pesawat Diamond Twin star. Sekarang Susi Air memiliki 49 dan mengoperasikan 50 pesawat terbang beragam jenis. Dalam biografi Susi Pudjiastuti, diketahui bahwa ia sempat dua kali bercerai dan kemudian menikah dengan Christian von Strombeck. Dari pernikahan-pernikahannya, ia memiliki tiga orang anak, Panji Hilmansyah, Nadine Kaiser (dari pernikahannya dengan Daniel Kaiser), dan Alvy Xavier. Susi Pudjiastuti ditunjuk sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Kerja Joko Widodo dan Jusuf Kalla , yang ditetapkan secara resmi pada 26 Oktober 2014. Sebelum dilantik, Susi melepas semua posisinya di perusahaan penerbangan Susi Air dan beberapa posisi lainnya, termasuk Presiden Direktur PT. ASI Pudjiastuti yang bergerak di bidang perikanan. Serta PT ASI Pudjiastuti Aviation yang bergerak di bidang penerbangan untuk menghindari konflik kepentingan antara dirinya sebagai menteri dan sebagai pemimpin bisnis. Selain itu, alasan lain Susi melepas semua jabatannya adalah agar dapat bekerja maksimal menjalankan pemerintahan, khususnya di bidang kelautan dan perikanan. Saat pelantikan, Susi menuai kontroversi karena kedapatan menghisap sebatang rokok dan memiliki tato di kakinya bergambar Burung Phoenix  yang dalam mitologi kuno diartikan sebagai burung api abadi. Dibalik kontroversialnya,  Menteri Susi Pudjiastuti merupakan sosok yang tegas seperti keputusan tegasnya dalam memberantas pencurian ikan yang sering terjadi di wilayah perairan nusantara serta usahanya dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan. Selain itu ia juga sangat mahir dalam berbahasa inggris., sesuatu yang tidak lazim dimiliki oleh menteri Indonesia. Atas tindakannya ini, Susi mendapatkan baik pujian dan kritikan di media sosial.


PRESTASI
1.      Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, 2004
2.    Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia, 2005 Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Republik Indonesia.
3.      Metro TV Award for Economics-2006,
4.      Inspiring Woman 2005 dan Eagle Award 2006 dari Metro TV,
5.      Indonesia Berprestasi Award dari PT Exelcomindo
6.      Sofyan Ilyas Award dari Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2009
7.      Ganesha Widyajasa Aditama Award dari ITB, 2011
Award for Innovative Achievements,
8.      Extraordinary Leadership and Significant Contributions to the Economy, APEC,2011
9.      Tokoh Wanita Inspiratif Penggerak Pembangunan, dari Gubernur Jawa Barat, 2008    


KIAT-KIAT SUKSES
      Menteri Susi mengaku tidak mempunyai formula khusus untuk sukses, yang terpenting menurutnya adalah totalitas bekerja dan menyenangi pekerjaan. "Kalau saya yang penting mengerjakan seuatu bisa total dan saya harus suka dengan apa yang saya kerjakan," tutur susi yang sore itu hadir dalam balutan blouse hitam. "Fokus berusaha, disiplin, usahanya tidak boleh besar pasak daripada tiang, terus inovasi, pakan ikan saya bikin sendiri. Intinya kita tidak boleh kerja biasa-biasa karena hasilnya akan biasa. Usaha ikan saya tidak pakai bahan kimia, kita harus bisa berbeda dengan usaha orang lain,"


TANTANGAN  YANG DIALAMI SERTA CARA MENGATASINYA
       Kesuksesan dalam bidang perikanan ternyata turut pula mendatangkan suatu hambatan baru untuk Susi. Stok lobster dan ikan yang melimpah yang ia dapatkan justru malah terhambat masalah transportasi yang kurang memadai, terutama sulitnya menemukan transportasi udara. Sementara jika dikirim melalui jalur laut dan darat kualitas ikan dan lobster miliknya akan menjadi tidak segar ketika sampai ke tangan pemesan. Nah, dari hambatan inilah yang ternyata memunculkan sebuah ide baru yang brilian untuk seorang Susi Pudjiastuti si wanita tangguh yang tak pernah menyerah, terlintaslah dalam benaknya untuk membeli sebuah pesawat. Apalagi hal ini di dukung dengan profesi sang suami yang merupakan seorang pilot pesawat sewaan dari Jerman, Christian von Strombeck mendukung ide cemerlangnya. Meskipun sempat mengalami hambatan dengan ditolaknya pengajuan surat pinjaman dana ke bank di tahun 2000, namun akhirnya setelah menunggu selama 5 tahun ditahun 2005 Susi berhasil mendapatkan pinjaman dari bank sebesar 47 milyar. Dimana dana yang ia dapatkan tersebut ia gunakan untuk membangun sebuah landasan udara di Pangandaran dan membeli 2 buah pesawat Cessna. Berkah dan hikmah datang bersamaan dengan musibah Tsunami di Aceh pada tahun 2004 silam. Hatinya tergerak untuk menolong para korban kemudian pergi ke aceh lewat jalur udara untuk menyebarkan bantuan.

KESIMPULAN
Susi Pudjiastuti merupakan seorang pengusaha yang sangat hebat dibidangnya, karir suksesnya dimulai dari dia berjualan dengan kata lain dia masih bekerja untuk orang lain, lalu dia mencoba peruntungan dengan mulai berwirausaha sebagai pengepul ikan. Sangat banyak rintangan yang dia hadapi dalam memulai dan menjalankan usahanya. Tapi berkat kegigihannya dia dapat melewati semua itu. Hingga saat ini dia sudah memiliki maskapai pesawat, yang tidak pernah terpikirkan olehnya, yang awalnya dia membeli sebuah pesawat hanya untuk mengangkut barang yang akan didistribusikannya. Dan kerja kerasnya selama ini berbuah hasil yang mengejutkan yaitu dia diangkat oleh Presiden sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

SARAN
       Dari figur seorang Susi Pudjiastuti banyak motivasi yang dapat kita ambil dan teladani, dia bukanlah seorang yang memiliki pendidikan tinggi, hanya lulusan SMP tetapi bisa berkarya untuk Indonesia, kita sebagai mahasiswa jangan terlalu manja terhadap suatu kegagalan, tapi biarlah kegagalan itu menjadi motivasi untuk kita bangkit dan mendapatkan kesuksesan yang kita inginkan.

REFERENSI
https://id.wikipedia.org/wiki/Susi_Pudjiastuti, diakses 20 Juni 2018
https://www.viva.co.id/siapa/read/77-susi-pudjiastuti, diakses 20 Juni 2018
https://bisikan.com/kisah-inspiratif-susi-pudjiastuti-lulusan-smp-yang-sukses-menekuni-bisnis-maskapai-penerbangan, diakses 20 Juni 2018
https://ekonomi.kompas.com/read/2014/10/27/112000226, /Kisah.Susi.Pudjiastuti.Membesarkan.Bisnisnya, diakses 20 Juni 2018
https://www.lebahmaster.com/tips-sukses-ala-menteri-susi-pudjiastuti/, diakses 20 Juni 2018
https://www.moneysmart.id/pengin-sukses-bisnis-ukm-ikuti-cara-susi-pudjiastuti/, diakses 20 Juni 2018
http://www.beritasatu.com/ekonomi/226177-ini-rahasia-sukses-menteri-susi-pudjiastuti.html, diakses 20 Juni 2018




LAPORAN PRAKTIKUM SILVIKULTUR JUDUL PEMUPUKAN

PENDAHULUAN Latar belakang Kesuburan tanah adalah potensi tanah untuk menyediakan unsur hara dalam jumlah yang cukup, dalam bentuk...