TUGAS MATA KULIAH
KEWIRAUSAHAAN PROFIL WIRAUSAHAWAN SUSI PUDJIASTUTI
Dosen Pengasuh :
Dr. AgusPurwoko, S.Hut, M.Si,
Oleh :
Horeb Yoyada Marbun
171201008
HUT 2A

PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA
2018
BIODATA
Nama: Dr. (HC) Susi Pudjiastuti
Lahir: Pangandaran, Jawa Barat, 15 Januari 1965
Orang Tua:
Lahir: Pangandaran, Jawa Barat, 15 Januari 1965
Orang Tua:
- Ayah: Haji Ahmad Karlan
- Ibu: Hajjah Suwuh Lasminah
Suami/istri:
- Yoyok Yudi Suharyo (?-1986)
- Daniel Kaiser (?-2000)
- Christian von Strombeck
Anak:
- Panji Hilmansyah (1984-2016)
- Nadine Kaiser
- Alvy Xavier
Agama: Islam
INFORMASI
UMUM
Di zaman yang sudah sedemikian modern ini, kehidupan
mungkin akan terasa cukup sulit untuk dijalankan. Hampir semua bidang aspek
kehidupan dari mulai bidang hiburan, kesehatan hingga pendidikan harus ditukar
dengan nilai yang tidak sedikit. Hal seperti ini tak jarang memaksa sebagian
kalangan dengan status sosial menengah ke bawah terpaksa harus terputus sekolah
dan hidup seadanya sehingga sulit bagi mereka untuk meraih impian sekolah
setinggi-tingginya dan mendapatkan gelar sebaik-baiknya. Apalagi, bagi mereka
yang kurang giat dalam berusaha dan mencoba, kehidupan ini mungkin akan terasa
berat dan membuat mereka dikalahkan oleh zaman.
Susi Pudjiastuti yang saat ini menjabat sebagai
seorang menteri dan menjadi pemilik dari 50 pesawat maskapai penerbangan,
sebelumnya hanyalah sesosok perempuan biasa. Ia lahir di Pangandaran pada
tanggal 15 Januar tahun 1965, ia lahir dari keluarga yang tergolong
berkecukupan. Ayah dan ibunya, H. Ahmad Karlan dan Hj. Suwuh Lasminah adalah
sepasang suami istri yang berprofesi sebagai seorang saudagar sapi dan kerbau
yang mendatangkan hewan ternak tersebut dari Jawa Tengah untuk dijual kembali
di Jawa Barat.
Kerja keras Susi
Pudjiastuti menuai pujian banyak orang. Meski tak lulus SMA, ia berhasil hidup
mandiri dengan berjualan. Mulai dari jualan bed cover, ikan, hingga sewa
pesawat. Hasil kerja nyatanya ini ia diganjar oleh Presiden Joko Widodo sebagai
Menteri Kelautan dan Perikanan. Perempuan kelahiran Pangandaran, Jawa Barat, 15 Januari 1965 ini adalah anak
dari pasangan Haji Ahmad Karlan dan Hajjah Suwuh Lasminah. Kedua orang tuanya
asal Jawa Tengah. Susi sempat dua kali bercerai dalam menjalani bahtera rumah
tangga. Dari pernikahannya, ia dikarunia tiga orang anak, Panji Hilmansyah, Nadine
Kaiser, dan Alvy Xavier.Keluarga Susi terbilang orang berada. Kedua orang
tuanya sudah bergelar haji. Bahkan kakek buyutnya Haji Ireng dikenal sebagai
tuan tanah. Keluarga Susi sendiri memiliki usaha ternak. Biasanya keluarganya
mengambil dari Jawa Tengah dan menjualnya lagi di Jawa Barat. Masa sekolah Susi
hanya lulus SMP. Sempat mengenyam SMA 1 di Yogyakarta sampai kelas 2.
Putus sekolah tidak membuat rendah diri. Susi justru termotivasi untuk
mandiri. Pada 1983, dalam usia 18 tahun, Susi belajar berdagang. Dia berjualan
bed cover keliling Pangandaran. Tak hanya itu, ia juga menjadi pengepul ikan di
Pangandaran. Modal bisnisnya diperoleh dari menjual perhiasannya
terkumpul sebesar Rp750.000. Pada usia 20 tahun, Susi mengambil keputusan
berani, yakni pindah ke Cirebon. Ia pergi ke kota udang untuk mengembangkan
bisnisnya sebagai pengepul ikan. Di Cirebon dia membeli udang dan kodok lalu
menjualnya ke Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Bisnisnya mulai berkembang setelah menekuni selama
13 tahun. Puncaknya, pada 1996, dalam usia 31 tahun, Susi mendirikan pabrik
pengolahan ikan dengan nama PT ASI Pudjiastuti Marine Product. Produk unggulan
dari perusahaannya ini berupa udang lobster dengan merek "Susi
Brand". Bisnis lobtersnya meluas hingga Asia dan Amerika. Tuntutan pasar
yang menginginkan produk tangkapan laut tetap segar dan fresh, Susi memerlukan
trasnportasi pesawat.
Pada tahun 2004, Susi memutuskan membeli sebuah
pesawat jenis Cessna Caravan seharga Rp20 miliar dengan menggunakan pinjaman
bank. Susi memiliki pemikiran jenius. Sekali dayung, dua pulau teraih. Dia
melihat peluang bagus transportasi penerbangan ini. Awalnya hanya untuk
mengangkut barang jualannya. Tapi belakangan bisa digunakan penyewaan pesawat. Untuk
lebih fokus, dia mendirikan PT ASI Pudjiastuti Aviation. Keputusan Susi
tepat. Bisnis sewa pesawat miliknya mulai dilirik banyak orang. Apalagi pesawat
miliknya yang pertama berhasil ke lokasi bencana Tsunami Aceh untuk
mendistribusikan bantuan kemanusian kepada para korban yang daearahnya tidak
bisa dikunjungi transportasi lain. Seiring dengan berjalannya waktu, perusahaan penerbangannya yang bernama Susi
Air semakin berkembang hingga memiliki 50 pesawat terbang beragam jenis. Susi
yang tidak tamat SMA ini, mempekerjakan 175 pilot asing dari 180 pilot yang dia
miliki. Pasca Pilpres 2014, seperti tertulis dalam situs resmi KKP, ibu tiga
anak pada usia 49 tahun ini diangkat oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri
Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Kerja 2014-2019. (DN). Keluarga
dari Susi Pudjiastuti merupakan adalah saudagar sapi dan kerbau, yang membawa
ratusan ternak dari Jawa Tengah untuk diperdagangkan di Jawa Barat. Kakek
buyutnya Haji Ireng dikenal sebagai tuan tanah. Hal yang menarik dari Susi
Pudjiastuti adalah ia hanya memiliki ijazah SMP. Setamat SMP ia sempat
melanjutkan pendidikan ke SMA. Namun, di kelas II SMAN Yogyakarta dia berhenti
sekolah karena keputusannya untuk terjun kedua bisnis. Seputus sekolah, Susi
menjual perhiasannya dan mengumpulkan modal Rp.750.000 untuk menjadi pengepul
ikan di Pangandaran pada tahun 1983. Bisnisnya berkembang hingga pada tahun
1996 Susi mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product
dengan produk unggulan berupa lobster yang diberi merek “Susi Brand.” Bisnis
pengolahan ikan ini pun meluas dengan pasar hingga ke Asia dan Amerika. Karena
hal ini, susi memerlukan sarana transportasi udara yang dapat dengan cepat mengangkut
produk hasil lautnya dalam keadaan masih segar. Dalam Biografi Susi
Pudjiastuti, Diketahui pada 2004, Susi memutuskan membeli sebuah Cessna Caravan
seharga Rp 20 miliar menggunakan pinjaman bank. Melalui PT ASI Pudjiastuti
Aviation yang ia dirikan kemudian. Satu-satunya pesawat yang ia miliki itu ia
gunakan untuk mengangkut lobster dan ikan segar tangkapan nelayan di berbagai
pantai di Indonesia ke pasar Jakarta dan Jepang. Call sign yang digunakan
Cessna itu adalah Susi Air. Dua hari setelah gempa tektonik dan tsunami Aceh
melanda Aceh dan pantai barat Sumatera pada 26 Desember 2004. Cessna Susi
adalah pesawat pertama yang berhasil mencapai lokasi bencana untuk
mendistribusikan bantuan kepada para korban yang berada di daerah terisolasi. Peristiwa
itu mengubah arah bisnis Susi. Di saat bisnis perikanan mulai merosot, Susi
menyewakan pesawatnya itu yang semula digunakan untuk mengangkut hasil laut
untuk misi kemanusiaan. Selama tiga tahun berjalan, maka perusahaan penerbangan
ini semakin berkembang hingga memiliki 14 pesawat, ada 4 di Papua, 4 pesawat di
Balikpapan, Jawa dan Sumatera. Perusahaannya memiliki 32 pesawat Cessna Grand
Caravan, 9 pesawat Pilatus Porter, 1 pesawat Diamond star dan 1 buah pesawat
Diamond Twin star. Sekarang Susi Air memiliki 49 dan mengoperasikan 50 pesawat
terbang beragam jenis. Dalam biografi Susi Pudjiastuti, diketahui bahwa ia
sempat dua kali bercerai dan kemudian menikah dengan Christian von Strombeck.
Dari pernikahan-pernikahannya, ia memiliki tiga orang anak, Panji Hilmansyah,
Nadine Kaiser (dari pernikahannya dengan Daniel Kaiser), dan Alvy Xavier. Susi
Pudjiastuti ditunjuk sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Kerja Joko Widodo
dan Jusuf Kalla ,
yang ditetapkan secara resmi pada 26 Oktober 2014. Sebelum
dilantik, Susi melepas semua posisinya di perusahaan penerbangan Susi Air dan
beberapa posisi lainnya, termasuk Presiden Direktur PT. ASI Pudjiastuti yang
bergerak di bidang perikanan. Serta PT ASI Pudjiastuti Aviation
yang bergerak di bidang penerbangan untuk menghindari konflik kepentingan
antara dirinya sebagai menteri dan sebagai pemimpin bisnis.
Selain itu,
alasan lain Susi melepas semua jabatannya adalah agar dapat bekerja maksimal
menjalankan pemerintahan, khususnya di bidang kelautan dan perikanan.
Saat
pelantikan, Susi menuai kontroversi karena kedapatan menghisap sebatang rokok
dan memiliki tato di kakinya bergambar Burung Phoenix yang dalam mitologi
kuno diartikan sebagai burung api abadi. Dibalik
kontroversialnya, Menteri Susi Pudjiastuti merupakan sosok yang tegas
seperti keputusan tegasnya dalam memberantas pencurian
ikan yang sering terjadi di wilayah perairan nusantara serta usahanya dalam
meningkatkan kesejahteraan nelayan. Selain itu
ia juga sangat mahir dalam berbahasa inggris., sesuatu yang tidak lazim
dimiliki oleh menteri Indonesia. Atas tindakannya ini, Susi mendapatkan baik
pujian dan kritikan di media sosial.
PRESTASI
1. Pelopor
Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, 2004
2. Young
Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia, 2005 Primaniyarta
Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden
Republik Indonesia.
3. Metro
TV Award for Economics-2006,
4. Inspiring
Woman 2005 dan Eagle Award 2006 dari Metro TV,
5. Indonesia
Berprestasi Award dari PT Exelcomindo
6. Sofyan
Ilyas Award dari Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2009
7. Ganesha
Widyajasa Aditama Award dari ITB, 2011
Award for Innovative Achievements,
Award for Innovative Achievements,
8. Extraordinary
Leadership and Significant Contributions to the Economy, APEC,2011
9. Tokoh
Wanita Inspiratif Penggerak Pembangunan, dari Gubernur Jawa Barat, 2008
KIAT-KIAT
SUKSES
Menteri Susi mengaku tidak mempunyai
formula khusus untuk sukses, yang terpenting menurutnya adalah totalitas
bekerja dan menyenangi pekerjaan. "Kalau saya yang penting mengerjakan
seuatu bisa total dan saya harus suka dengan apa yang saya kerjakan,"
tutur susi yang sore itu hadir dalam balutan blouse hitam. "Fokus
berusaha, disiplin, usahanya tidak boleh besar pasak daripada tiang, terus
inovasi, pakan ikan saya bikin sendiri. Intinya kita tidak boleh kerja
biasa-biasa karena hasilnya akan biasa. Usaha ikan saya tidak pakai bahan
kimia, kita harus bisa berbeda dengan usaha orang lain,"
TANTANGAN
YANG DIALAMI SERTA CARA MENGATASINYA
Kesuksesan
dalam bidang perikanan ternyata turut pula mendatangkan suatu hambatan baru
untuk Susi. Stok lobster dan ikan yang melimpah yang ia dapatkan justru malah
terhambat masalah transportasi yang kurang memadai, terutama sulitnya menemukan
transportasi udara. Sementara jika dikirim melalui jalur laut dan darat
kualitas ikan dan lobster miliknya akan menjadi tidak segar ketika sampai ke
tangan pemesan. Nah, dari hambatan inilah yang ternyata memunculkan sebuah ide
baru yang brilian untuk seorang Susi Pudjiastuti si wanita tangguh yang tak
pernah menyerah, terlintaslah dalam benaknya untuk membeli sebuah pesawat.
Apalagi hal ini di dukung dengan profesi sang suami yang merupakan seorang
pilot pesawat sewaan dari Jerman, Christian von Strombeck mendukung ide
cemerlangnya. Meskipun sempat mengalami hambatan dengan ditolaknya
pengajuan surat pinjaman dana ke bank di tahun 2000, namun akhirnya setelah
menunggu selama 5 tahun ditahun 2005 Susi berhasil mendapatkan pinjaman dari
bank sebesar 47 milyar. Dimana dana yang ia dapatkan tersebut ia gunakan untuk
membangun sebuah landasan udara di Pangandaran dan membeli 2 buah pesawat
Cessna. Berkah dan hikmah datang bersamaan dengan musibah Tsunami di Aceh pada
tahun 2004 silam. Hatinya tergerak untuk menolong para korban kemudian pergi ke
aceh lewat jalur udara untuk menyebarkan bantuan.
KESIMPULAN
Susi Pudjiastuti
merupakan seorang pengusaha yang sangat hebat dibidangnya, karir suksesnya
dimulai dari dia berjualan dengan kata lain dia masih bekerja untuk orang lain,
lalu dia mencoba peruntungan dengan mulai berwirausaha sebagai pengepul ikan.
Sangat banyak rintangan yang dia hadapi dalam memulai dan menjalankan usahanya.
Tapi berkat kegigihannya dia dapat melewati semua itu. Hingga saat ini dia
sudah memiliki maskapai pesawat, yang tidak pernah terpikirkan olehnya, yang
awalnya dia membeli sebuah pesawat hanya untuk mengangkut barang yang akan
didistribusikannya. Dan kerja kerasnya selama ini berbuah hasil yang
mengejutkan yaitu dia diangkat oleh Presiden sebagai Menteri Kelautan dan
Perikanan.
SARAN
Dari figur seorang Susi
Pudjiastuti banyak motivasi yang dapat kita ambil dan teladani, dia bukanlah
seorang yang memiliki pendidikan tinggi, hanya lulusan SMP tetapi bisa berkarya
untuk Indonesia, kita sebagai mahasiswa jangan terlalu manja terhadap suatu
kegagalan, tapi biarlah kegagalan itu menjadi motivasi untuk kita bangkit dan
mendapatkan kesuksesan yang kita inginkan.
REFERENSI
https://id.wikipedia.org/wiki/Susi_Pudjiastuti,
diakses 20 Juni 2018
https://www.viva.co.id/siapa/read/77-susi-pudjiastuti,
diakses 20 Juni 2018
https://bisikan.com/kisah-inspiratif-susi-pudjiastuti-lulusan-smp-yang-sukses-menekuni-bisnis-maskapai-penerbangan,
diakses 20 Juni 2018
https://ekonomi.kompas.com/read/2014/10/27/112000226,
/Kisah.Susi.Pudjiastuti.Membesarkan.Bisnisnya, diakses 20 Juni 2018
https://www.lebahmaster.com/tips-sukses-ala-menteri-susi-pudjiastuti/,
diakses 20 Juni 2018
https://www.moneysmart.id/pengin-sukses-bisnis-ukm-ikuti-cara-susi-pudjiastuti/,
diakses 20 Juni 2018
http://www.beritasatu.com/ekonomi/226177-ini-rahasia-sukses-menteri-susi-pudjiastuti.html,
diakses 20 Juni 2018