Jumat, 18 Januari 2019

Literatur Praktikum Silvika Judul Perkembangan Akar Tanaman


Praktikum Silvika

PERKEMBANGAN AKAR TANAMAN

Pertumbuhan akar sangat dipengaruhi oleh keadaan fisik tanahnya. Adanya pemadatan tanah seperti yang ditimbulkan oleh kegiatan eksploitasi akan merubah struktur tanah dan pori-pori tanah, sehingga kandungan air tanahpun ikut berubah. Struktur tanah yang padat akan menghambat laju penetrasi akar lebih dalam. Karena tanah padat susah ditembus akar, maka daerah pemanjangan akar semakin pendek. Kepadatan tanah yang tinggi juga akan mengakibatkan ruang pori makro menurun sehingga penetrasi akar akan terhambat. Pertumbuhan pucuk yang baru dirangsang oleh N, sehingga pucuk menjadi tempat pemanfaatan hasil asimilasi yang lebih kuat dibandingkan akar, akibatnya pertumbuhan pucuk lebih besar daripada pertumbuhan akar. Hal ini menyebabkan rasio berat kering tajuk:akar akan semakin besar. Nilai rasio tajuk:akar yang besar menunjukkan bahwa tajuk yang dihasilkan besar. Namun, pertumbuhan tajuk dan akar dapat berjalan secara seimbang, sehingga nilai rasio akar:tajuk tidak dapat menentukan pertumbuhan yang optimum. Nilai rasio akar:tajuk menunjukkan pertumbuhan yang dominan ke tajuk atau ke perakaran.
Pengukuran panjang dan diameter akar dilakukan dalam keadaan segar dan bersih dari kotoran tanah. Pengukuran tidak dilakukan pada rambut akar. Perhitungan jumlah akar dilakukan secara manual dengan menggunakan counter. Jumlah akar dihitung berdasarkan kedudukan akar pada sistem perakaran yang terdiri dari akar utama, akar primer, akar sekunder dan akar tersier. Pengukuran diameter akar dilakukan pada setiap tipe percabangan dengan menggunakan kaliper. Pengukuran panjang akar dilakukan menurut struktur akar dalam sistem perakaran. Untuk menghitung berat kering akar, terlebih dahulu akar dioven pada suhu 105°C selama 20 jam. Akar yang telah kering kemudian ditimbang untuk mengetahui biomassa akarnya. Luas permukaan akar berhubungan dengan luas bidang kontak akar dengan partikel-partikel tanah dan kemampuan untuk mengabsorpsi air dan hara. Kerapatan panjang akar dihitung untuk mengetahui kerapatan penyebaran akar dalam tanah. Nilainya diperoleh dari perbandingan antara total panjang akar dengan volume tanah dalam polybagnya.
Panjang akar menunjukkan panjang dari bagian leher sampai ujung akar. Pada umumnya tanaman dengan irigasi yang baik memiliki akar yang lebih panjang dibandingkan dengan tanaman yang tumbuh di tempat yang kering. Walaupun demikian, panjang akar berkaitan dengan ketahanan tanaman pada saat terjadi kekurangan air. Hal ini disebabkan karena pada saat kekurangan air, tanaman akan memanjangkan akarnya sampai ke lapisan tanah yang memiliki ketersediaan air yang cukup, sehingga tanaman tersebut dapat bertahan hidup. Tanaman berakar panjang akan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengabsorbsi air dibandingkan dengan tanaman berakar pendek. Sistem perakaran yang efisien akan meningkatkan laju pengangkutan dan jumlah air yang diangkut ke tajuk, mengurangi kehilangan air melalui epidermis serta mengurangi penyerapan panas melalui penggulungan atau pelipatan daun. Distribusi akar pada tanaman bervariasi dan hal ini akan mempengaruhi kemampuan tanaman untuk mencukupi kebutuhan airnya. Pada saat kekurangan air, akar akan tumbuh lebih panjang, lebih halus, memiliki banyak cabang.
Bentuk akar yang bulat panjang seperti benang ternyata penting bagi penyerapan air. Pada akar terdapat rambut akar yang juga berfungsi sebagai penyerap ion dan air di dalam tanah. Akar pada gymnospermae dan dicotyledoneae, akarnya berkembang menjadi akar tunggang dengan percabangannya, sedangkan akar pada monocotyledoneae akan membentuk akar serabut. Akar tua yang berfungsi untuk menambatkan tumbuhan dan mengangkut air dan zat-zat terlarut di dalam air ke akar muda hingga tunas-tunas baru pada tumbuhan tersebut. Dengan adanya akar, tumbuhan dapat menetap di suatu tempat dan tidak berpindah. Akar pada dicotyledoneae mempunyai susunan akar bercabang sehingga memungkinkan tumbuhnya tumbuhan lebih kuat.. Fungsi akar muda mewakili tubuh tumbuhan primer yang menyerap zat hara. Setelah umurnya menahun, akar akan lebih berkayu dan mirip dengan batang yang sudah tua, kemudian lingkaran tahun akan terlihat jelas pada lapisan xilem sekunder. Jaringan luar kambium vaskuler akan membentuk kulit yang keras dan tebal pada akar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hi Good People,

LAPORAN PRAKTIKUM SILVIKULTUR JUDUL PEMUPUKAN

PENDAHULUAN Latar belakang Kesuburan tanah adalah potensi tanah untuk menyediakan unsur hara dalam jumlah yang cukup, dalam bentuk...