Praktikum Silvika
PERKEMBANGAN AKAR TANAMAN
Pertumbuhan akar sangat
dipengaruhi oleh keadaan fisik tanahnya. Adanya pemadatan tanah seperti yang
ditimbulkan oleh kegiatan eksploitasi akan merubah struktur tanah dan pori-pori
tanah, sehingga kandungan air tanahpun ikut berubah. Struktur tanah yang padat
akan menghambat laju penetrasi akar lebih dalam. Karena tanah padat susah
ditembus akar, maka daerah pemanjangan akar semakin pendek. Kepadatan tanah
yang tinggi juga akan mengakibatkan ruang pori makro menurun sehingga penetrasi
akar akan terhambat. Pertumbuhan pucuk yang baru dirangsang oleh N, sehingga
pucuk menjadi tempat pemanfaatan hasil asimilasi yang lebih kuat dibandingkan
akar, akibatnya pertumbuhan pucuk lebih besar daripada pertumbuhan akar. Hal
ini menyebabkan rasio berat kering tajuk:akar akan semakin besar. Nilai rasio
tajuk:akar yang besar menunjukkan bahwa tajuk yang dihasilkan besar. Namun,
pertumbuhan tajuk dan akar dapat berjalan secara seimbang, sehingga nilai rasio
akar:tajuk tidak dapat menentukan pertumbuhan yang optimum. Nilai rasio
akar:tajuk menunjukkan pertumbuhan yang dominan ke tajuk atau ke perakaran.
Pengukuran
panjang dan diameter akar dilakukan dalam keadaan segar dan bersih dari kotoran
tanah. Pengukuran tidak dilakukan pada rambut akar. Perhitungan jumlah akar
dilakukan secara manual dengan menggunakan counter. Jumlah akar dihitung
berdasarkan kedudukan akar pada sistem perakaran yang terdiri dari akar utama, akar
primer, akar sekunder dan akar tersier. Pengukuran diameter akar dilakukan pada
setiap tipe percabangan dengan menggunakan kaliper. Pengukuran panjang akar
dilakukan menurut struktur akar dalam sistem perakaran. Untuk menghitung berat
kering akar, terlebih dahulu akar dioven pada suhu 105°C selama 20 jam. Akar
yang telah kering kemudian ditimbang untuk mengetahui biomassa akarnya. Luas
permukaan akar berhubungan dengan luas bidang kontak akar dengan
partikel-partikel tanah dan kemampuan untuk mengabsorpsi air dan hara. Kerapatan
panjang akar dihitung untuk mengetahui kerapatan penyebaran akar dalam tanah.
Nilainya diperoleh dari perbandingan antara total panjang akar dengan volume
tanah dalam polybagnya.
Panjang
akar menunjukkan panjang dari bagian leher sampai ujung akar. Pada umumnya
tanaman dengan irigasi yang baik memiliki akar yang lebih panjang dibandingkan
dengan tanaman yang tumbuh di tempat yang kering. Walaupun demikian, panjang
akar berkaitan dengan ketahanan tanaman pada saat terjadi kekurangan air. Hal
ini disebabkan karena pada saat kekurangan air, tanaman akan memanjangkan
akarnya sampai ke lapisan tanah yang memiliki ketersediaan air yang cukup,
sehingga tanaman tersebut dapat bertahan hidup. Tanaman berakar panjang akan
memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengabsorbsi air dibandingkan dengan
tanaman berakar pendek. Sistem perakaran yang efisien akan meningkatkan laju
pengangkutan dan jumlah air yang diangkut ke tajuk, mengurangi kehilangan air
melalui epidermis serta mengurangi penyerapan panas melalui penggulungan atau
pelipatan daun. Distribusi akar pada tanaman bervariasi dan hal ini akan
mempengaruhi kemampuan tanaman untuk mencukupi kebutuhan airnya. Pada saat
kekurangan air, akar akan tumbuh lebih panjang, lebih halus, memiliki banyak
cabang.
Bentuk
akar yang bulat panjang seperti benang ternyata penting bagi penyerapan air.
Pada akar terdapat rambut akar yang juga berfungsi sebagai penyerap ion dan air
di dalam tanah. Akar pada gymnospermae dan dicotyledoneae, akarnya berkembang
menjadi akar tunggang dengan percabangannya, sedangkan akar pada
monocotyledoneae akan membentuk akar serabut. Akar tua yang berfungsi untuk
menambatkan tumbuhan dan mengangkut air dan zat-zat terlarut di dalam air ke
akar muda hingga tunas-tunas baru pada tumbuhan tersebut. Dengan adanya akar,
tumbuhan dapat menetap di suatu tempat dan tidak berpindah. Akar pada
dicotyledoneae mempunyai susunan akar bercabang sehingga memungkinkan tumbuhnya
tumbuhan lebih kuat.. Fungsi akar muda mewakili tubuh tumbuhan primer yang
menyerap zat hara. Setelah umurnya
menahun, akar akan lebih berkayu dan mirip dengan batang yang sudah tua,
kemudian lingkaran tahun akan terlihat jelas pada lapisan xilem sekunder.
Jaringan luar kambium vaskuler akan membentuk kulit yang keras dan tebal pada
akar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Hi Good People,