Jumat, 18 Januari 2019

Literatur Praktikum Silvika Judul Dinamika Pohon Dalam Hutan


DINAMIKA POHON DALAM HUTAN

            Perkembangan sistem di bawah tanah khususnya sistem perakaran akan memberikan kontribusi pada dinamika sistem agroforestri. Kepadatan pohon yang memberikan konsekuensi pada kepadatan penutupan bidang olah oleh tajuk akan berbanding lurus dengan kepadatan perakaran sehingga juga akan menjadi pembatas dalam maksimalisasi penyerapan sumberdaya di bawah tanah oleh tanaman semusim. Dengan demikian dinamika sumberdaya di atas tanah dan di bawah saling berhubungan erat. Salah satu pendekatan untuk mengetahui dinamika sumberdaya baik di atas tanah maupun di bawah tanah adalah respon tanaman semusim dalam menangkap dan memanfaatkan sumberdaya yang diekspresikan dalam pertumbuhan tanaman semusim. Dinamika didasarkan pada sistem zonasi dalam sistem agroforestri untuk mengetahui kecenderungan sumberdaya.

            Keuntungan penilaian tegakan menggunakan persamaan regresi adalah lebih mudah, yaitu adanya penggunaan peubah/variabel yang mudah diukur dan data peubah relatif mudah diperoleh, tidak sangat btergantung pada data finansial (keuangan) yang relatif terbatas. Kelemahannya karena tentunya mendapatkan nilai rata-rata dari berbagai kondisi, tidak spesifik lokasi hutan yang dinilai. Pengembanganteknik penilaian dengan menggunakan regresi ini belum dilakukan di Indonesia, karena keterbatasan data yang menyangkut data urut waktu (time series). Dinamika tegakan didasarkan pada prinsip-prinsip ekologis yang telah memberikan kontribusi kepada sifat-sifat tegakan, seperti suksesi, persaingan,toleransi dan konsep zona optimal. Faktor-faktor ini secara langsung mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tegakan. Pengetahuan mengenaifaktor-faktor ini dalam dinamika tegakan memungkinkan seseorang memprediksi cara vegetasi berkembang dan karena itu merupakan dasar untuk perkembangan kaidah silvikultur yang baik.

Pohon dapat diklasifikasikan berdasarkan posisi tajuknya, antara lain dominan, artinya pohon dengan tajuk yang lebar di atas lapisan. Kodominan, artinya pohon dengan tajuk besar pada lapisan tajuk. Tengahan, artinya pohon dengan bagian besar tajuk di bawah lapisan tajuk atau terjepit dan menerima sinar matahari bagian atas dan bagian samping menerima sinar matahari yang sedikit atau tidak sama sekali. Tertekan, artinya pohon dengan tajuk dinaungi pohon besar dan tidak menerima sinar matahari sepenuhnya, baik dari atas maupun dari samping.

            Setelah pohon individu mulai tumbuh maka pohon tidak bisa bergerak untuk mencari ruang tumbuh yang lebih baik atau melarikan diri dari pesaing. Dengan demikian pohon yang tumbuh bersama dalam lingkungan tertentu harus bersaing satu sama lain untuk mengambil sumber daya yang tersedia seperti air, unsur hara, dan cahaya. Pohon telah mengembangkan beberapa model adaptasi untuk mengatasi keterbatasan lingkungannya dan untuk hidup berdampingan dengan pohon-pohon lain di hutan. Adaptasi dari spesies yang berbeda memungkinkan pohon, semak, dan spesies herba untuk hidup berdampingan dalam strata vertikal hutan. Adaptasi pohon terhadap lingkungnya dapat berupa adaptasi morfologi, fisiologi dan perilaku. Secara umum adaptasi pohon tampak dari karakteristik dan bentuk pohon.

Salah satu perangkat untuk membantu pendugaan massa tegakan dalam kegiatan inventarisasi tegakan adalah tersedianya tabel volume pohon yang disusun berdasarkan model pendugaan volume yang tepat dan akurat. Terdapat beberapa metode/cara untuk menduga volume pohon berdiri, diantaranya adalah menggunakan angka bentuk batang dan menggunakan model persamaan matematis. Pendugaan volume pohon berdiri menggunakan angka bentuk batang cukup praktis namun sering menghasilkan penyimpangan hasil dugaan yang cukup tinggi, sehingga cara kedua yang banyak digunakan di dalam lapangan dalam menduga volume pohon berdiri karena terbukti telah tepat dan akurat.Pada umumnya, hutan-hutan berbeda dalam hal jumlah dan volume pohon per hektar serta luas bidang dasar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hi Good People,

LAPORAN PRAKTIKUM SILVIKULTUR JUDUL PEMUPUKAN

PENDAHULUAN Latar belakang Kesuburan tanah adalah potensi tanah untuk menyediakan unsur hara dalam jumlah yang cukup, dalam bentuk...