KLASIFIKASI POHON DAN KOMPONEN PENYUSUNNYA
Pertumbuhan
didefinisikan sebagai pertambahan dari jumlah dan dimensi pohon, baik diameter
maupun tinggi yang terdapat pada suatu tegakan. Pertumbuhan ke atas (tinggi)
merupakan pertumbuhan primer (initial
growth), sedangkan pertumbuhan ke samping (diameter) disebut pertumbuhan
sekunder (secondary growth).
Pertumbuhan tegakan didefinisikan sebagai perubahan ukuran dan sifat terpilih
tegakan (dimensi tegakan) yang terjadi selama periode waktu tertentu, sedangkan
hasil tegakan merupakan banyaknya dimensi tegakan yang dapat dipanen yang
dikeluarkan pada waktu tertentu. Pertumbuhan terjadi secara simultan dan bebas
dari bagian-bagian pohon dan dapat diukur dengan berbagai parameter seperti
pertumbuhan diameter, tinggi, luas tajuk, volume dan sebagainya. Pertumbuhan
dapat diukur dalam unit-unit fisik seperti volume, luas bidang dasar dan berat.
Selain itu juga dapat diukur dalam bentuk nilai variable of interest.
Bagi
orang awan hutan hanya merupakan areal yang ditumbuhi pepohonan, bilamana kita
teliti lebih lanjut akan tampak banyak perbedaan. Hutan dan kesatuanya dapat
dibagi menjadi kelompok-kelompok menurut banyak cara. Hutan yang berkembang
dari biji (regerasi seksual) disebut dengan hutan tinggi, sedangkan yang
bereproduksi secafra vegetatif disebut hutan coppice. Hutan dapat terdiri dari campuran hutan standar dan hutan coppice (menggunakan regerasi seksual
dan aseksual). Hutan dapat dibedakan
berdasarkan umurnya, menjadi pertumbuhan tua atau pertumbuhan muda. Pertumbuhan
tua diwakili oleh hutan asli yang sekarang sudah mulai berkurang jumlahnya.
Pertumbuhan muda adalah hutan-hutan bekas tebangan atau bekas kebakaran dan
erupsi yang berada dalam banyak fase pertumbuhan. Hutan dapat diklasifikasikan
berdasarkan atas adanya jenis murni atau jenis campuran, karena tegakan yang
murni jarang terjadi kecuali pada hutan tanaman. Tegakan biasanya merupakan
unit-unit pengelolaan yang membentuk hutan. Tegakan diartikan sebagai unit yang
agak homogen 78 yang dapat dibedakan dengan jelas dari tegakan di sekitarnya
oleh umur, komposisi, struktur, dan tempat tumbuh. Struktur. Struktur tegakan
atau hutan menunjukkan sebaran umur atau kelas diameter dan kelas tajuk. Hutan
dapat mempunyai struktur seumur dan tidak seumur. Hutan seumur terdiri dari
tegakan yang semua pohon di dalamnya kurang lebih berumur sama, tetapi komponen
tegakan mungkin semuanya berbeda umur.
Pengklasifikasian
agroforestri yang paling umum, tetapi juga sekaligus yang paling mendasar
adalah ditinjau dari komponen yang menyusunnya. Komponen penyusun utama
agroforestri adalah komponen kehutanan, pertanian, dan/atau peternakan. Ditinjau
dari komponennya, agroforestri dapat diklasifikasikan yaitu agrisilvikultur (agrisilvicultural systems) adalah sistem
agroforestri yang mengkombinasikan komponen kehutanan (atau tanaman berkayu/woody plants) dengan komponen pertanian
(atau tanaman non-kayu). Agrosilvopastura (agrosilvopastural
systems) telah dijelaskan bahwa sistem-sistem agrosilvopastura adalah
pengkombinasian komponen berkayu (kehutanan) dengan pertanian (semusim) dan
sekaligus peternakan/binatang pada unit manajemen lahan yang sama.
Seleksi
merupakan kegiatan utama dari program perbaikan varietas unggul. Parameter
genetik yang dapat dijadikan pertimbangan agar seleksi efektif dan efisien
antara lain adalah variabilitas genetik, heritabilitas, dan korelasi.
Pengetahuan tentang korelasi diperlukan sebagai dasar perencanaan program
seleksi yang lebih efisien. Melaporkan bahwa karakter yang dapat digunakan
sebagai dasar kriteria seleksi genotipe berdaya hasil tinggi adalah tinggi
tanaman. Kedua karakter tersebut berpengaruh langsung terhadap hasil tanaman. Morfologi
yang dapat digunakan sebagai kriteria seleksi genotipe tanaman berdaya hasil
tinggi adalah tinggi tanaman, umur panen. Sementara kriteria seleksi
berdasarkan komponen hasil yang terdiri atas ukuran biji, jumlah cabang, dan jumlah
buku subur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Hi Good People,