Jumat, 18 Januari 2019

Literatur Praktikum Silvika Judul Klasifikasi Pohon Dan Komponen Penyusunnya


KLASIFIKASI POHON DAN KOMPONEN PENYUSUNNYA
Pertumbuhan didefinisikan sebagai pertambahan dari jumlah dan dimensi pohon, baik diameter maupun tinggi yang terdapat pada suatu tegakan. Pertumbuhan ke atas (tinggi) merupakan pertumbuhan primer (initial growth), sedangkan pertumbuhan ke samping (diameter) disebut pertumbuhan sekunder (secondary growth). Pertumbuhan tegakan didefinisikan sebagai perubahan ukuran dan sifat terpilih tegakan (dimensi tegakan) yang terjadi selama periode waktu tertentu, sedangkan hasil tegakan merupakan banyaknya dimensi tegakan yang dapat dipanen yang dikeluarkan pada waktu tertentu. Pertumbuhan terjadi secara simultan dan bebas dari bagian-bagian pohon dan dapat diukur dengan berbagai parameter seperti pertumbuhan diameter, tinggi, luas tajuk, volume dan sebagainya. Pertumbuhan dapat diukur dalam unit-unit fisik seperti volume, luas bidang dasar dan berat. Selain itu juga dapat diukur dalam bentuk nilai variable of interest.

Bagi orang awan hutan hanya merupakan areal yang ditumbuhi pepohonan, bilamana kita teliti lebih lanjut akan tampak banyak perbedaan. Hutan dan kesatuanya dapat dibagi menjadi kelompok-kelompok menurut banyak cara. Hutan yang berkembang dari biji (regerasi seksual) disebut dengan hutan tinggi, sedangkan yang bereproduksi secafra vegetatif disebut hutan coppice. Hutan dapat terdiri dari campuran hutan standar dan hutan coppice (menggunakan regerasi seksual dan aseksual).  Hutan dapat dibedakan berdasarkan umurnya, menjadi pertumbuhan tua atau pertumbuhan muda. Pertumbuhan tua diwakili oleh hutan asli yang sekarang sudah mulai berkurang jumlahnya. Pertumbuhan muda adalah hutan-hutan bekas tebangan atau bekas kebakaran dan erupsi yang berada dalam banyak fase pertumbuhan. Hutan dapat diklasifikasikan berdasarkan atas adanya jenis murni atau jenis campuran, karena tegakan yang murni jarang terjadi kecuali pada hutan tanaman. Tegakan biasanya merupakan unit-unit pengelolaan yang membentuk hutan. Tegakan diartikan sebagai unit yang agak homogen 78 yang dapat dibedakan dengan jelas dari tegakan di sekitarnya oleh umur, komposisi, struktur, dan tempat tumbuh. Struktur. Struktur tegakan atau hutan menunjukkan sebaran umur atau kelas diameter dan kelas tajuk. Hutan dapat mempunyai struktur seumur dan tidak seumur. Hutan seumur terdiri dari tegakan yang semua pohon di dalamnya kurang lebih berumur sama, tetapi komponen tegakan mungkin semuanya berbeda umur.

Pengklasifikasian agroforestri yang paling umum, tetapi juga sekaligus yang paling mendasar adalah ditinjau dari komponen yang menyusunnya. Komponen penyusun utama agroforestri adalah komponen kehutanan, pertanian, dan/atau peternakan. Ditinjau dari komponennya, agroforestri dapat diklasifikasikan yaitu agrisilvikultur (agrisilvicultural systems) adalah sistem agroforestri yang mengkombinasikan komponen kehutanan (atau tanaman berkayu/woody plants) dengan komponen pertanian (atau tanaman non-kayu). Agrosilvopastura (agrosilvopastural systems) telah dijelaskan bahwa sistem-sistem agrosilvopastura adalah pengkombinasian komponen berkayu (kehutanan) dengan pertanian (semusim) dan sekaligus peternakan/binatang pada unit manajemen lahan yang sama.

Seleksi merupakan kegiatan utama dari program perbaikan varietas unggul. Parameter genetik yang dapat dijadikan pertimbangan agar seleksi efektif dan efisien antara lain adalah variabilitas genetik, heritabilitas, dan korelasi. Pengetahuan tentang korelasi diperlukan sebagai dasar perencanaan program seleksi yang lebih efisien. Melaporkan bahwa karakter yang dapat digunakan sebagai dasar kriteria seleksi genotipe berdaya hasil tinggi adalah tinggi tanaman. Kedua karakter tersebut berpengaruh langsung terhadap hasil tanaman. Morfologi yang dapat digunakan sebagai kriteria seleksi genotipe tanaman berdaya hasil tinggi adalah tinggi tanaman, umur panen. Sementara kriteria seleksi berdasarkan komponen hasil yang terdiri atas ukuran biji, jumlah cabang, dan jumlah buku subur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hi Good People,

LAPORAN PRAKTIKUM SILVIKULTUR JUDUL PEMUPUKAN

PENDAHULUAN Latar belakang Kesuburan tanah adalah potensi tanah untuk menyediakan unsur hara dalam jumlah yang cukup, dalam bentuk...